Posts

Wis, Udah!

Image
Halo! Ternyata drama perkampusan belum benar-benar selesai. Kali ini, wisuda yang memulai ceritanya. Sebenernya, dari dulu aku malas sekali menghadiri acara pelepasan kaya gitu. Waktu SMP temen-temen pada heboh dateng prom night , aku mah bobo siang aja di rumah. Pikirku, "halah ngapain sih, toh ntar SMA juga ketemu lagi". Waktu SMA, aku mau kabur lagi tapi dimarahin sama temen-temen. "Ini tuh pertemuan terakhir di Bontang fet! Abis ini kita semua udah pada mencar. Pokoknya kamu kudu ikut prom. Kalo ga ikut kita gak temen selamanya".  Wkwk karena diancem kaya gitu, terpaksa lah aku ikut. Dan sekarang, wisuda pun tiba. Bagi kebanyakan orang, wisuda itu titik puncak bahagianya sebagai mahasiswa. Bagiku enggak, itu cuma upacara simbolis biasa.  Aku nggak melihat ada sesuatu yang spesial di sana. Aku pernah beberapa kali dateng ke wisuda temen. Tentunya yang dateng nggak cuma aku, tapi banyak juga temennya yang lain seperti temen kos, temen jurusan, temen himpunan, tem...

Hari Tanpa Gawai #Day20

Halo! Alhamdulillah, aku masih bisa hidup sampai kuartal 3 di tahun "nightmare" a.k.a 2020 ini. Yah, walaupun hidupku gak berguna berguna amat hahaha. Kemarin, selama beberapa hari aku melepaskan diriku dari gawai. Bukan hanya melepaskan diri dari media sosial, tapi juga lepas dari hp itu sendiri. Hari pertama, aku cukup gelisah karena hampir semua hal bergantung pada hp. Mulai dari alarm bangun tidur, chat ke teman-teman, menulis notes, googling, foto, dengerin musik, sampe cari chord gitar semua butuh gawai. Alhasil aku bangun kesiangan karena nggak ada alarm, dan tangan kebiasa meraba sana-sini mencari hp wkwk. Untungnya, hari berikutnya sudah jauh lebih nyaman dan mulai menikmati hidup bak tahun 2000an, wkwk. Kalo gabut, ikut ayah berkebun. Uyel-uyel kocheng. Baca buku dan komik. Bobo. Repeat. Wkwkw sungguh tidak berfaedah. Jangan ditiru. Rasanya menyenangkan bisa lepas dari gawai selama beberapa saat. Tapi satu hal yang paling nggak bisa aku tahan, yakni aku punya kebias...

Belajar Menggambar #day19

Image
Halo! Wah sudah berhari-hari ya aku nggak menulis lagi wkwk. Ada banyak hal yang terjadi serta ada banyak pikiran gila yang berkecamuk dalam beberapa hari ini. Lain kali kita bahas ya, tapi untuk kali ini kita main gambar-gambar dulu. Dari dulu aku pengin bisa gambar walaupun sedikit-sedikit. Ngelihat orang lain, gambarnya simpel tapi kok hasilnya keren ya? Sedangkan aku boro-boro bagus, gambaranku nggak lebih bagus dari gambaran anak kelas 2 sd huhu. Sampai sekarang aku bahkan ga bisa gambar tubuh manusia yang proporsional. Aku bukan anak cerdas yang bisa menggambar dari bayangan di kepala. Jadi kuputuskan aku mau "menjiplak" saja, karena kelihatannya lebih mudah wkwk. Setelah 2 hari (4 jam ngerjain, 44 jam sisanya ngumpulin niat) akhirnya aku berhasil menyelesaikan gambaran digitalku wkwk.  Biar ecek-ecek gini aku ngerjain lama banget wkwk, ah dasar noob. Belakangan ini aku banyak terinspirasi dari @qomikin dan @jewiesartspace. Seriusan, artwork mereka keren! Dan banyak lag...

Foto Buah Lagi #day18

Image
Halo! Beberapa hari ini, situasi di Bontang lagi kurang kondusif sehingga aku nggak bisa fokus mencari topik. Perusahaan dan pemerintah Bontang lagi gencar banget melakukan tes rapid dan swab secara masif. Aku lagi belum ingin bahas ini, akan aku tulis kapan-kapan kalo udah dapet banyak informasi. Kita berdoa saja semoga situasi di Bontang, di Indonesia, dan juga di dunia bisa segera membaik dan pulih 🙏 Untuk mengisi kekosongan post beberapa hari ini, aku share foto-foto rujak lagi aja ya, haha. Kali ini aku sedikit lebih puas dengan hasilnya, walaupun aku masih harus banyak belajar tentang tata letak dan pencahayaan. Kalo ada yang mau pesen rujaknya, boleh wkwk. Kalo pesannya bijian, tunggu pre-order dulu ya. Kalo pesan banyak, bisa menghubungi CP. Lha kok jadi promosi :(( Ya sudah, segitu dulu. Baik-baik ya kalian! See you tomorrow!

Stay Safe! #day17

Lagi-lagi berbicara tentang pandemi. Semoga nggak bosan ya. Beberapa hari ini Bontang kembali siaga. Setelah beberapa waktu lalu sempet jadi zona hijau alias sudah nggak ada yang terkonfirmasi covid, kali ini kasus kembali bertambah. Jujur aja, saat kemarin peraturan sudah mulai dilonggarkan kita mungkin jadi kurang waspada. Cafe-cafe udah mulai buka, kita jadi sering nongki dan makan keluar, dan jalan-jalan. Padahal virus masih bisa datang dari mana-mana. Aku beruntung sekali ada di lingkungan yang peduli dan gercep banget masalah pandemi ini. Aku yakin kalo nggak diatur ketat kayak gini, aku pasti bebal wkwk. Maret lalu, saat aku di Jember masih keluyuran bodo amat, di Bontang semua semua sudah ditutup. Masjid ditutup, kompleks dibuat one gate system dan kalo masuk kudu semprot-semprot desinfektan dulu. Pernah waktu itu satu pkt di rapid. Selang beberapa waktu giliran keluarga karyawan semua di rapid. Beberapa lama kemudian ada suspek lagi, di rapid lagi semuanya. Gokss me...

Social Media has Got Me Again #day16

Image
Berbulan-bulan pandemi membuat pola kehidupan manusia berubah dan jadi lebih banyak berkecimpung di dunia maya. Rapat online, kelas online, seminar online, dan bahkan sekedar menyapa juga online. Astaga, dijejali media sosial rasanya melelahkan sekali. Terlalu banyak hal yang datang dalam waktu bersamaan. Media sosial seakan-akan memperlihatkan apapun yang bahkan nggak perlu kita lihat. "Nih lihat nih temen-temen kamu udah pada sukses. Nih tonton story selebgram biar kamu iri. Nih lihat temen kamu lebih bahagia dari kamu. Nih lihat post dan quotes tentang penyesalan hidup di tahun 20an. Nih dengerin lagu-lagu galau biar kamu makin insecure ." Dan banyaaaaak lagi hal yang bikin mood kita jadi naik turun. Iya, aku memang lemah. Selama beberapa bulan sebelum pandemi, aku sempat puasa instagram ( baca di sini! ), karena jujur aja di instagram itu yang paling toxic dan bikin insecure ga jelas. Aku ngerasa banget perbedaannya sebelum dan sesudah puasa instagram. Seriusan jadi leg...

Love and Lies of Rukhsana Ali #day15

Image
Halo! Jadi beberapa bulan lalu (iya, sudah selama itu sampai aku baru niat bikin review sekarang wkwk) aku baru aja baca beberapa novel buat ngisi kegabutanku di rumah. Sebagai pembaca pemula, aku memulai dengan cerita dan tema ringan yaitu fiksi. Salah satu buku yang cukup menarik adalah novel yang berjudul "The Love and Lies of Rukhsana Ali". Buku ini bercerita tentang Rukhsana, seorang gadis muslim Bengali yang hidup bersama keluarganya di Seattle, Amerika Serikat. As we know, sebagai keluarga muslim asia tentu banyak peraturan dari orang tua yang overprotektif. No parties, no shorts, no boys, no alcohols, arranged marriage, etc. Sedangkan yang kita tahu sendiri, US adalah negara yang super bebas. Perbedaan budaya tersebut menyebabkan banyak masalah dan dilema besar terutama bagi Rukhsana yang masih remaja. Rukhsana berusaha sekuat tenaga untuk mengikuti dan memenuhi harapan orang tuanya yang konservatif, tapi akhirnya ia sadar bahwa itu sesuatu yang mustahil.  Dan di ak...