Insyaallah
Ngerasa nggak sih, kata “Insyaallah” sekarang ini maknanya udah mulai bergeser dan sering disalahartikan sama orang-orang. Misalnya ada yang tanya, “Besok kita ke sini yuk?” Dijawabnya: “Insyaallah yaa, soalnya besok aku udah ada jadwal lain” “Insyaallah yaa, aku gak janji” Lah, aneh. Kata “insyaallah” malah dipakai untuk janji yang kemungkinan besar akan dilanggar, komitmen yang nggak ditaati, dan harapan yang tidak pasti. Sehingga seolah-olah arti insyaallah adalah: saya tidak janji. Jujur aku cukup muak dan kecewa, karena kalimat itu selalu jadi tameng orang-orang untuk berlindung dari pengingkaran janji. Alih-alih tenang menerima jawaban insyaallah itu, aku justru skeptis banget “wah fix ga bakal ikut nih orang”. Kenapa sih orang-orang harus kasih kalimat penenang semu kalo memang dia nggak bisa pegang komitmennya? Gapapa kok cukup bilang “Maaf ya, aku belum bisa ikut. Besok udah ada jadwal lain”, atau sesederhana "maaf skip dulu" kalo emang gak berniat ikut. Jangan sam...