Friday, January 31, 2014

Day 4 : Arukooru o nomimasu


(Day 4 : Your views on drugs and alcohol)

Mari kita bahas tentang makhluk paling kontroversional, yaitu drugs dan alkohol.

Untuk masalah ini, emang di agama islam nggak dibolehin. Tapi jujur gue pingin banget nyoba wkwkwk. Penasaran aja, gimana sih rasanya ngedrunk? Kenapa minum itu bisa bikin orang-orang ngefly? Vodka itu rasanya kayak apa ya?

Kalian juga penasaran kan? Hayo ngaku wkwk.


Gue lebih tertarik minum alkohol daripada ngedrugs. Alasannya simpel aja, ngedrugs itu identik dengan obat-obatan dan suntikan. Itu adalah dua hal yang gue hindari, terutama suntik-menyuntik. Kalo minum alkohol kan enak, tinggal minum aja. Terus sempoyongan belakangan.

lagian kayaknya alkohol itu lebih gampang ditemuin daripada drugs. Gue pergi ke beberapa tempat dan sering liat ada yang jual alkohol berbagai macam jenis. Nggak ada kan cerita narkoba dijual terang-terangan pake plang "DI SINI DIJUAL NARKOBA JENIS KOKAIN DAN LSD". Kalo ada plang toko kayak gitu, gue yakin besoknya langsung masuk berita setelah malamnya digerebek massa.

Pertama kali liat vodka di bandara, dan gue kegirangan wkwk. Katrok? Biarin :p
Salah nggak sih pemerintah ngelarang peredaran drugs dan alkohol?

Kalo menurut gue sih, nggak salah. Kasian kan, pemerintah disalah-salahin terus. Yang udah dilarang aja konsumennya masih curi-curi kesempatan buat ngedrugs, apalagi dibolehin kan? Mungkin Indonesia bisa hancur karena warganya pemabuk dan pecandu semua. Ditambah lagi, perekonomian Indonesia juga ikutan hancur karena mungkin harus ngimpor banyak alkohol dari luar negeri.

Kalo konsumennya, salah nggak mereka ngonsumsi drugs dan alkohol?

Menurut gue, nggak juga. Ya selama masih dalam batas pemakaian wajar. Segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik, kan? Kadang juga orang butuh refreshing, ya nggak papa sekali-sekali. Minum seteguk dua teguk, asal jangan sampe kecanduan aja sih.

Gue juga nggak tau sih harus minum seberapa biar nggak kecanduan. Ya mungkin lain kali, gue bakal bikin Vodka tanpa alkohol. Berarti fanta dong ya?._.

Cheers!

Gue ngeliat di film-film orang-orang keliatan elit banget ya ngecheers dan minum alkohol. It looks cool =)) Ya mungkin itu di film aja sih. Aslinya nggak sesuai ekspektasi.

Kesimpulannya, gue nggak memandang mereka berdua ini barang yang nista atau hina, tapi gue juga nggak memandang mereka ini barang yang suci atau wajib-dikonsumsi-tiap-hari. Malahan, yang hina bagi gue itu rokok, karena dia udah bikin bapak gue kecanduan. Huft, mending duitnya ditabung, pa~

Mungkin sampai akhir jaman, gue nggak pernah bisa ngerasain dua benda ini. Ya karena peraturan agama nggak bakal berubah sampe akhir jaman. Ssemoga aja rasanya nggak enak sehingga gue nggak nyesel karena nggak ngerasain.


No comments:

Post a Comment

Mari budayakan berkomentar. Komen pake bahasa baku, gaul, alay, bahasa alien, terserah. Yang penting no spam :)