Friday, July 13, 2018

Sepenggal Kisah di Izzati

Halo!

Minggu ini adalah minggu yang cukup mellow, di mana semua penghuni kos memulai kehidupan pengabdiannya di desa a.k.a KKN. Karena itu, aku jadi pengen cerita tentang para bala-bala izzati ini. Banyaakk banget cerita-cerita tentang mereka yang pingin aku tuliskan semua disini, tapi kayaknya nggak akan selesai wkwk. Jadi aku tulis sebisaku aja ya.

Where it all started

Sebut saja penghuni Izzati, atau Bala-bala Izzati, atau Bani Izzati, atau Gadis-gadis Omboy, atau sahabat Dahsyat, –atau apapun itu wkwk– mereka ini adalah keluargaku selama di Jember. Mungkin itu kedengeran cukup awkward. Temen kosan, sampe segitunya banget? Tapi emang kenyataannya mereka bener-bener mengubah dan ngeramein kehidupanku terutama di Jember.

Thursday, March 08, 2018

Perkenalkan,

Halo! Mumpung malem ini lagi “agak kosong” karena matkul PPB besok diundur, aku pingin ngetik ngetik sedikit di blog yang sudah berdebu ini.

Kali ini aku akan cerita tentang beberapa temanku —yang nggak akan kusebutkan namanya— yang menurutku emang pantes buat aku ceritain. Kenapa nggak boleh ngasih tau namanya? Karena aku takut kalo aku sebutkan namanya, mereka jadi besar kepala haha.

Kalian nggak perlu tau namanya. Tapi kalo pingin nebak, silahkan. Intinya, tulisan ini bertujuan untuk memberi tahu kalian betapa hebatnya mereka dan betapa bangganya aku punya temen seperti mereka.

This is my kind of ngomongin orang di belakang. Wkwk.

Monday, January 29, 2018

The Amazing "Amazing Race"

Akibat gabut yang berkepanjangan di Bontang, akhirnya siang hari di sini aku isi dengan nonton TV. Haha, sangat berfaedah bukan? Dan kali ini aku mau bahas sedikit tentang program televisi yang aku tonton belakangan ini.


Yap, The Amazing Race.

Mungkin sebagian besar sudah pernah nonton acara “The Amazing Race”. Kalo menurutku, acara ini lumayan populer di luar sana. Aku nggak tau apakah ini booming juga di Indonesia, tapi pokoknya aku suka! Wkwk oke, kita bahas satu-satu ya.

Thursday, November 30, 2017

Survival Game: Let’s Get Lost!

Halo teman-teman!

Alhamdulillah blog ini kembali hidup setelah 4 bulan ditinggal pemiliknya yang keteteran tugas wkwk. Sebelum ini juga bingung mau ngepost apa, saking lamanya nggak liburan jadi nggak ada yang bisa diceritain :(

Anyway, kali ini aku mau bahas tentang kegiatan Survival. Bukan, ini bukan reality show yang kemudian kita dilepas di hutan untuk bertahan hidup, bukan. Kalo itu beneran, mungkin sekarang anggota thp-b hanya tersisa setengah (gara-gara dimakan sama setengah anggota yang lain) wkwkw.

Survival ini adalah salah satu bentuk dari praktikum KWU II, yang menurutku menerapkan nilai-nilai untuk berpikir kreatif dan berani keluar dari zona nyaman. Kegiatan ini memang cukup fenomenal di FTP, karena selalu diperbincangkan ketika memasuki semester 5 atau khususnya Matkul KWU II. Dari semester 2 kita udah sering diceritain tentang kakak-kakak yang ikut survival, tapi nggak nyangka sekarang aku yang ngalamin ini sendiri.

Dan karena itu, sekarang gantian aku yang ceritain ini ke kalian semua.

Wednesday, August 02, 2017

Sweet Escape to Singapore

HELLO GUUUYSSS!!!!!

Hehehe maaf ya aku nggak nyantai, karena aku lagi excited banget nih. Selama empat hari kemarin, aku baru aja backpacking ke negara yang dari dulu aku pingin banget kesana, yakni Singapura!! Woohoo! :))

Another dream came true :')

Kenapa Singapura?

Karena dekat dan murah! Definisi murah jangan kalian bandingkan dengan harga tiket kereta Jember ke Banyuwangi atau harga sebungkus padang murah yaa. Untuk ukuran liburan ke luar negeri, Singapura udah termasuk murah kok.

Yaa asal kalian nggak kalap aja disana.

Cerita sebelum backpacking ini sebenarnya penuh dengan drama. Awalnya sempet nggak dibolehin sama orang tua, dengan berbagai alasan. Cewek nggak boleh pergi jauh-jauh lah, disana mahal lah, susah cari makan halal, dan banyaak lagi. Aku pun berusaha meyakinkan kalo aku bisa ngelewatin semua itu dan bisa balik ke Indo dengan selamat. Beberapa hari itu aku izin terus, sampe akhirnya papa sama mama pun bilang “Yaudah, mbak boleh ke Singapura sebagai hadiah ulang tahunmu, tapi lain kali nggak boleh ngeyel lagi ya”

Saturday, July 22, 2017

Travelling (Soon)


Morning, peeps! 

Kali ini aku mau cerita tentang mimpiku yang sempat mustahil. Wkwk iya iya, aku tau kata-kataku itu songong banget. Tapi nggak ada salahnya kok dibaca hehe. Siapa tahu mimpiku yang mustahil ini menjadi tidak mustahil lagi sekarang. apasih.

Ya apa lagi kalo bukan:

T R A V E L   T H E   W O R L D .

Gatau kenapa ya aku craving banget sama hal itu. Dulu sebelum internet naik daun seperti sekarang, kita susah banget buat ngelihat dunia luar, walaupun cuma sekedar berita dan perkembangan dunia. Namun semenjak penggunaan internet meroket, dunia menjadi terbuka lebar dan seakan nggak ada batasnya. Jangankan sekedar berita, informasi apapun bisa didapat dalam beberapa detik. Cari tahu apapun itu semudah “klik, klik” dan voila, keluarlah semua yang kita inginkan. Pergi kemana pun sekarang serba mudah karena informasinya gampang didapat. 

Ya, internet lah yang membantuku membentuk mimpi itu. Tapi mungkin juga dipengaruhi oleh banyak hal. 

Wednesday, July 19, 2017

Dua Dekade

Bontang, 14 Juli 1997. 

Di RS PKT, pukul 06.25 WITA. Seorang bayi perempuan lahir dari perut seorang ibu. Walaupun kata mama ketuban sempet pecah di mobil dan kepalaku hampir brojol sebelum sampai di RS, namun bisa dibilang hari itu termasuk hari paling membahagiakan bagi kedua orang tuaku.

Jember, 14 Juli 2017.

Ribuan kilometer dari rumah. Semester pendek lah yang bikin aku terdampar di Jember sekarang ini.

Pagi-pagi, papa dan mama udah ngucapin selamat ultah beserta doa-doanya. Terharu as always. Menurutku, ulang tahun itu antara senang dan sedih. Senang karena masih diberi kesempatan untuk hidup hingga sekarang ini, dan sedih karena menyadari betapa banyak waktu yang telah aku sia-siakan selama ini.