Gratitude in the Midst of Madness

 Halo! 

Alhamdulillah aku mulai menulis lagi heheh. 

Sebulan belakangan ini, aku merasa cukup messy dan hilang arah. Hari-hari rasanya berat dan aku kehilangan semangat untuk melakukan apa-apa.

Akhirnya, beberapa pekan ini aku coba rutin menulis 3 hal yang aku syukuri di setiap hari. 

Ide ini aku dapat dari buku "Why has nobody told me this before?" Karya Dr. Julie Smith. Buku ini rekomendasi dari Adis, waktu itu dia sempet review singkat di storynya. Karena kelihatannya menarik, dan sepertinya momennya juga tepat, jadi aku ikut baca deh hehe. Terima kasih Adis rekomendasinya! 

Berikut salah satu "tugas" di chapter pertama:



Jadi, setiap malam menjelang tidur, aku coba refleksi diri dan menuliskan 3 hal yang aku syukuri di hari tersebut. Harusnya sih ditulis di kertas yaa biar haptic-nya kerasa. Tapi gapapa lah pake notes hape dulu, yang penting coba konsisten wkwk.

Aku pengin banget sharing list-ku tapi aku malu karena isinya personal banget wkwkw 😅 aku lihatkan beberapa saja ya untuk gambaran kalian. Maaf kalo agak cringy.

Aku beri nama "Grateful of The Day" hihi


Awal‐awal nulis kerasa susah dan bikin aku berpikir keras tiap malam. Astaga, padahal cuma disuruh nulis tiga loh wkwk. Sering kali aku ada di fase "kayaknya hari ini aku nggak ngapa-ngapain deh" "nggak tau mau nulis apa, seharian moodku lagi jelek". 

Namun lama-kelamaan aku sadar, kenapa sih aku berpikir keras, padahal hal sekecil apapun itu bisa kita syukuri. 

Sebenarnya banyak hal yang bisa kita syukuri dari kehidupan kita sehari-hari, tanpa harus menunggu hal yang besar. Nggak melulu besar atau mahal, tapi sesederhana bisa bangun pagi, bisa mandi air bersih dan hangat setiap hari, masih sehat wal afiat, cuaca hari ini cerah, bisa ketemu keluarga, ketemu temen, dan banyaaak lagi. 

Intinya, tiap detik itu sebenarnya bisa kita syukuri. 

Fun fact, aku selalu diingatkan bersyukur oleh Adis tentang nikmatnya hidup di Bontang. Kehidupan Bontang yang selama ini menurutku biasa aja, gak ada yang spesial, bahkan yang sering aku keluhkan ini, ternyata adalah kehidupan yang diidam-idamkan oleh banyak orang di luar sana. 

Kata Adis, hidup di Bontang itu privilege karena emang nyaman bangett. Di sini kita masih bisa menghirup udara segar tiap pagi, bebas macet, less stressful, pokoknya bener-bener damai, nggak kayak kehidupan di kota besar yang serba cepat dan penuh tekanan. 

Aku jadi kayak "lah iya juga ya". Selama ini aku taking for granted dan luput sama hal-hal sederhana kayak gini.

Masa kita harus tunggu diambil dulu rezekinya sama Allah supaya kita bisa tahu betapa berharganya hal-hal yang kita punya sekarang?


Salah satu manfaat dari banyak bersyukur adalah kita jadi lebih positive thiniking. Dengan terbiasa mensyukuri hal-hal kecil, akhirnya ketika ada masalah atau musibah, kita masih bisa cari cara untuk bersyukur. 

Aku bisa lebih fokus ke hal-hal baik di tengah hal buruk itu. Memang belum sempurna sih, aku masih banyak marahnya, masih banyak mengeluhnya, tapi semoga pelan-pelan kita bisa belajar mensyukuri kehidupan 🤍 

Dan manfaat lainnya, aku jadi punya time capsule di setiap harinya, karena tiap hari aku menulis banyak hal yang terjadi di hidupku.

Membacanya kembali juga bikin aku hepi karena aku jadi teringat hal-hal baik yang pernah terjadi. Rasanya jadi mudah membayangkan gimana hepinya perasaanku waktu itu. It's soo heartwarming!

Sekarang, pelan-pelan aku mulai terbiasa untuk menuliskannya setiap malam. Yang dulu aku kesusahan menulis tiga, sekarang aku bisa dengan enjoy menulis lima, enam, atau lebih.

Semoga ini bisa menjadi habit yang baik dan jadi self-therapy buatku. 

Bukunya masih seperempat aku baca, dan masih kurang banyak banget yang belum aku eksplor di buku ini. Nanti kalau aku ada progress lagi, akan aku update di sini!

Nanti aku buat review-nya kalau memang sudah selesai baca 🙌

Jadi gimana, kalian udah bersyukur apa aja hari ini?

Comments