2021, It's A Wrap!



Halo!

Apa kabar? Setelah 7 bulan menghilang, akhirnya aku kembali hehe. Tentu saja isinya kalo tidak sambat, ya curhat wkwk. 

Sudah lama banget ya aku nggak menulis di sini. Dan nggak kerasa lagi-lagi sudah akhir tahun. Semua terasa cepat ya? Atau aku yang terlalu menyia-nyiakan waktu? 

Tahun ini masih dalam suasana yang sama dengan tahun sebelumnya, yakni masa pandemi. Di tahun 2021 ini, pandemi justru baru membuka mataku. Sebelumnya di 2020, pandemi yang aku tahu hanyalah stay at home dengan nikmat dan santai-santai. Tahun ini aku seolah ditampar dengan kenyataan pandemi ini.


3 bulan pertamaku di 2021 dimulai di Jember. Kala itu aku "diamanahi" tugas di luar nalar, tugas paling aneh: menemani ibu yang hamil di luar nikah. Aku yang jiwanya masih young, wild, and free ini tentu saja syok wkwk. Antara menutupi semua masalah yang ada, menemani bumil, dan juga menjaga diriku supaya tetap waras. 

Endingnya? Aku ga kuat wkwk.

Dari situ aku belajar banyak bahwa pernikahan itu bukan hal yang mudah, terutama bagi aku yang emosinya belum stabil dan belum dewasa. Terlebih lagi karena ini "special case", masalah pernikahan yang biasanya menjadi masalah pribadi dua pihak kali ini aku jadi ikut kepikiran. Tapi di sisi lain, aku juga nggak bisa membantu banyak.

Di tiga bulan itu juga aku jadi semakin mengerti bahwa privacy boundaries-ku besar dan tebal sekali. Aku baru benar-benar menyadari kalo aku se “penyendiri” itu sampai butuh ruang sendiri bahkan di tengah teman-teman dekatku.

Tapi di luar dari itu semua, hari-hariku di Jember juga seru bangett! Jember selalu punya tempat tersendiri di hatiku. Aku yang saat itu pengangguran tentu saja memanfaatkan waktu dengan main dan ketemu teman-teman, kulineran makanan jaman kuliah, cobain makanan baru, sleepover bareng temen-temen, dan banyak hal lain yang bikin aku “hidup” kembali.


Tapi kemudian di bulan Maret aku memutuskan kembali ke Bontang karena sudah terlalu banyak menghabiskan uang orang tua WKWK. Well, here I am now.

Bulan Juni, aku mengisi hari-hari kosongku dengan bekerja di salah satu kafe di Bontang. Kalo disuruh mendeskripsikan pekerjaanku di F&B saat ini, aku berasa kaya lagi main Diner Dash, wkwk asli! Pusing-pusingnya mengurus restoran, ketemu customer yang aneh-aneh, antar makanan sana-sini, upgrade peralatan resto, pokoknya kaya main Diner Dash tapi versi dunia nyata 😂

PPKM baru benar-benar aku rasakan dampaknya ketika aku masuk di industri F&B. Baru aja buka seminggu, sudah dipaksa tutup karena PPKM. Banyak toko-toko gulung tikar, banyak juga yang mengurangi pegawainya, dan banyak yang kehilangan pekerjaannya. Kami juga sampai nggak tahu lagi harus gimana untuk mendatangkan pelanggan. Promo diskon ini itu, free delivery sampai kita sendiri yang antar ke seluruh Bontang juga kita jabanin wkwk. Biar ada penutupan jalan, biarpun hujan-hujan, kita tetap bela-belain antar. Huhu terharuu lihat perjuangan anak-anak waktu itu 🤧


Jujur aja, nggak banyak hal baru yang terjadi dalam hidupku setahun belakangan ini. Nothing good happened lately. Not even bad things. Hidupku beberapa bulan ini yaudah gitu-gitu aja. Tapi alhamdulillah di tengah ketidakjelasan hidupku, aku masih bisa hidup dengan layak, masih punya waktu untuk diri sendiri, keluarga, dan teman-teman.

Anyway, my last week in 2021 was a blast! Dari setahunku yang biasa-biasa saja, minggu terakhir merupakan penutup yang sempurna untuk menutup tahun 2021-ku. Akhir tahun, Dinda menyempatkan pulang ke Bontang. We met a lot! Ditambah lagi akhir tahun adalah waktu rame-ramenya di kafe, jadilah seminggu itu aku banyak menghabiskan waktu di luar haha. 

my puzzle pieces 💕

Hari terakhir sih paling epic. Pagi-pagi aku sudah keluar sama Dinda mendatangi wishlist tempat yang dia mau kunjungi, lanjut siangnya ke kafe (yang berujung aku malah kerja bukannya nongki sama Dinda wkwk), lanjut lagi ke Bontang Kuala makan gami bareng Tamimi, lalu malamnya lanjut balik ke kafe buat midnight duty.

Itu adalah kali pertama aku shift malam dan rasanya pecah banget. Aku bantu backup waiters dan bar. Pakbos juga turun tangan bantu kitchen. Walaupun personil udah banyak, kami tetap nggak bisa santai saking banyaknya orang yang silih berganti hingga tengah malam. Tiba-tiba ada lagi pak polisi datang pesan 8 cafe latte panas, minta didahulukan dari segitu panjangnya antrian. Dah lah, pusing-pusing dah tuh si Wasik ngelatte sambil diburu-buru pak polisi wkwk. 

Cuma ini foto yang sempat kuabadikan di malam tahun baru 🥲

Akhirnya tahun pun berganti dalam keadaan kafe masih lumayan chaos, haha. Kami sempatkan buat keluar nonton kembang api karena di situ jadi salah satu pusat peluncuran kembang api. Rasanya seru, capek, pusing, tapi bahagiaaaa.


Jika 2021 bisa aku simpulkan dalam satu makna, maka tahun ini adalah tentang: 

being human.

"Menjadi manusia" memunculkan ribuan pertanyaan di kepala, yang belum bisa kujawab semua sampai sekarang. Sekarang rasanya aku semakin sering mempertanyakan hal tersebut. What does it mean to be human? What is the best way to live? What is a good life? What is my future?

Beberapa orang mungkin dapat menjawabnya dengan mudah, tapi nggak buatku.

Menjadi manusia mengajarkanku untuk belajar lebih rendah hati lagi. Setelah selama ini aku selalu merasa "tinggi", akhirnya pelan-pelan disadarkan dengan kenyataan. Rasa-rasanya aku masih belum layak disebut manusia baik.

Dan aku juga belajar satu hal: pekerjaan yang mulia bukan pekerjaan yang tinggi gajinya, melaikan pekerjaan yang dilakukan tulus sepenuh hati. 

I met a lot of people. Mereka semua mengajarkanku bahwa apa yang sedang kita kerjakan sekarang, maka itulah yang harus dijalani sungguh-sungguh. Bukan karena mengejar promosi, cuan lebih, atau pamrih dari orang lain. Niatkan di dalam hati bahwa bekerja adalah ibadah, niscaya Allah akan lapangkan rezekimu, lapangkan hatimu.

ea sotak.

2021, terima kasih atas pembelajaran dan juga warna barunya di hidupku. It wasn't the best year so far, but still remarkable tho. (I dont even know when was the best year of my life, anyway. lol).

And a little bit shout out for you guys out there:

Terima kasih untuk kalian yang sudah peduli akan hal-hal kecil di sekitar kalian.
Terima kasih kalian sudah taat berhenti ketika lampu merah.
Terima kasih pengemudi lain yang sudah mempersilakanku lewat duluan.
Tukang parkir Gunung Emas yang ramah dan selalu menyapa tiap ketemu.
Satpam bsd yang juga nggak kalah ramahnya, wkwk.
Orang-orang yang setia menyebrang di zebra cross.
Kalian yang membuang sampah di tempatnya.
Kalian yang suka memberi makan stray cat.
Kalian yang gemar memberi tips buat kurir atau orang lain yang membutuhkan.

You guys had my big respect for little things you did. You made my day, and you made the world better!


At the end of the day, being human is being understand that the others are human, too. So please remind yourself to always be a good humankind, ok?


_____________
Sekian dari aku,
Manusia amatir yang tulisannya masih berantakan
dan tak terarah seperti jalan hidupnya.

Comments