Posts

Gratitude in the Midst of Madness

Image
 Halo!  Alhamdulillah aku mulai menulis lagi heheh.  Sebulan belakangan ini, aku merasa cukup messy dan hilang arah. Hari-hari rasanya berat dan aku kehilangan semangat untuk melakukan apa-apa. Akhirnya, beberapa pekan ini aku coba rutin menulis 3 hal yang aku syukuri di setiap hari.  Ide ini aku dapat dari buku "Why has nobody told me this before?" Karya Dr. Julie Smith. Buku ini rekomendasi dari Adis, waktu itu dia sempet review singkat di storynya. Karena kelihatannya menarik, dan sepertinya momennya juga tepat, jadi aku ikut baca deh hehe. Terima kasih Adis rekomendasinya!  Berikut salah satu "tugas" di chapter pertama: Jadi, setiap malam menjelang tidur, aku coba refleksi diri dan menuliskan 3 hal yang aku syukuri di hari tersebut. Harusnya sih ditulis di kertas yaa biar haptic-nya kerasa. Tapi gapapa lah pake notes hape dulu, yang penting coba konsisten wkwk. Aku pengin banget sharing list-ku tapi aku malu karena isinya personal banget wkwkw 😅 aku lihat...

Energi Baik

Image
Halo!  Nggak kerasa, ternyata setahun lalu aku jarang sekali menulis di blog. Sekalinya nulis, isinya sambat hehe. Padahal banyak banget momen-momen baru yang sebenarnya pengin aku ceritakan.  Kali ini ada cerita lama yang ingin aku bagikan di sini. Disclaimer dulu ya teman-teman. Di cerita ini aku nggak sedang peres atau berlagak paling suci. Aku cuma ingin sharing apa yang sedang aku rasakan.  Jadi beberapa bulan lalu (iya, sudah selawas itu) di tempatku bekerja kami bertukar surat apresiasi ke masing-masing sejawat dan juga atasan. Emang dasarnya aku suka menulis, ya tentu momen ini aku jadikan ajang untuk menyampaikan terima kasihku kepada mereka yang kadang masih terasa canggung untuk kuucapkan.  Aku nggak tahu sih respon mereka bagaimana, tapi aku mau membahas surat yang mereka kirim untukku.  Suratnya anonim, jadi aku juga nggak tahu pasti dari siapa siapa saja. And surprisingly, kata-kata mereka bener-bener bikin aku terharu. Aku tunjukkan dua yang menur...

Reflecting on A Year at Work

Image
November tahun lalu, aku pernah titip doa ke temanku yang tengah umroh di tanah suci. Salah satu doaku: semoga aku dapet kerjaan yang aku bisa hepi ngejalaninnya.  Waktu itu posisiku sedang tahap interview di sebuah digital startup dan sedang persiapan untuk volunteering di Surabaya. Jadi dalam pikiranku, keterima atau nggak, semoga ini menjadi jawaban dari doaku.  Doaku jarang meminta kerjaan dengan gaji tinggi (walaupun aku tahu berdoalah setinggi mungkin). Tapi menurutku yang pertama dan utama adalah pekerjaan yang aku bisa hepi dulu jalaninnya. Kalo aku bisa tulus dan ikhlas ketika bekerja, insyaallah gaji juga mengikuti. Or at least, gaji berapa pun bisa aku syukuri.  Surprisingly, beberapa hari setelah aku titip doa tersebut, interviewerku tiba-tiba menghubungiku dan menawarkan pekerjaan yang aku lamar itu. Aku sudah sampaikan kalo aku masih di Surabaya sebulan ke depan. Puji syukur, beliau justru mau menunggu sampai aku kembali ke Bontang.  (Dimana-mana pelama...

Si Lambat

Aku tuh orang yang hidupnya slow paced banget. Alias nggak pernah berambisi tinggi terhadap apapun.  Aku tahu kalo hidup begini aku gak bakal sukses, sekaya, dan sehebat orang-orang. Tapi ya aku hepi dengan hidupku saat ini.  Aku nggak bisa merespon banyak hal dalam satu waktu. Bahkan aku nggak nyaman merasakan kebahagiaan yang datang kepadaku bersamaan. Aku lebih suka menikmatinya pelan-pelan, satu-persatu.  Beberapa minggu ini aku lagi pusing banget karena kayak banyak sekali hal yang terjadi. Aku ngurusin UMKM event HUT PKT, ada juga event Gebyar Batik PKT, Tamimi sebentar lagi menikah, aku sibuk mikirin seleksi CPNS, ada job freelance yang sedang aku pegang, dan aku lagi excited menunggu album coldplay rilis. Aku tuh senang dan excited dengan semua hal ini. Tapi kenapa semua harus datang bersamaan 😫  Alhasil, aku nggak fokus karena banyak sekali yang harus kupikir wkwkwk. Lagi fokus ini, tiba-tiba kepikir "oh iya ini belum, itu belum". Dikasih instruksi aku iya ...

Mid-Year Life Report, July 2024 ed.

Halo! Saatnya aku melaporkan life updates di blog setelah sekian lama blog ini terbengkalai, haha.  Alhamdulillah, aku berhasil hidup sampai 20 sekian tahun 🥹 (sengaja tidak menulis secara eksplisit, malu udah tua hehe). Masih dengan tubuh kurus nan mungil ini, ternyata aku bisa juga menerjang dunia. Walaupun agak tertatih-tatih dan sesekali tersandung. Bulan ini banyak kagetnya. Banyak bahagianya, tapi banyak sedihnya juga.  Yang bikin bahagia, tentu saja aku yang bertambah usia dan masih dikelilingi orang-orang baik. Di usia yang sudah nggak muda ini, terharuu orang-orang masih ingat dan menyempatkan untuk catch up, menanyakan kabar dan bertukar life updates :') Pertengahan bulan kemarin Safira ngajakin meet up di Singapura. Setelah 2 tahun nggak ketemu, tentu saja ajakan ini sangat menggiurkan wkwk.  Awalnya dia ngajakin bulan Oktober, setelah kontrak kerjanya di Australia beres. Tapi tiba-tiba aku dichat "kalo minggu depan aja ke sg nya gimana?"  Eh gimana giman...

People Come and Go

Aku sudah sering sekali mendengar tentang nasihat berteman di kantor. Intinya, teman kantor tuh ya sebatas teman kerja aja. Jangan harap pertemanan itu akan setulus pertemanan lain.  Aku pun dulunya selalu menerapkan itu dan memasang dinding tebal ke teman kerja, apalagi yang baru saja kenal.  Kerja ya kerja. Selain jam kerja, tolong jangan ganggu aku karena aku juga punya kehidupan yang lain.  Dulu aku se-strict itu.  Sampai tiba-tiba aku diperkenalkan dengan seorang partner kerja, yang entah kenapa aku bisa nyaman dengan mudah. Aneh. Ia seakan berhasil menembus dinding tebal yang kubangun tinggi-tinggi di depan orang-orang.  Kami sama-sama "anak baru", masuknya cuma beda 2 minggu. Dari awal kami ketemu, ia memang menyenangkan dan kami sudah banyak bercerita. Dan karena kami satu divisi (sebenernya nggak sih, tapi emang kerja kami berhubungan banget), kami jadi banyak komunikasi yang bikin kami mudah dekat.  Kehadirannya benar-benar memberi warna baru di w...

Mencari Apa yang Dicari

Sudah mulai gila, sudah mulai tak terarah, emosi sudah seringkali tak terbendung. Mungkin tandanya aku harus mulai rutin menulis lagi ya? Akhir-akhir ini aku sering kali kehilangan semangat hidup. Kayak "apa sih yang aku cari? Mau sampai kapan kayak gini?" Aku juga nggak tahu sedang hidup untuk siapa, hidup karena apa. Bahkan nggak tahu lagi hidup di dunia siapa. Karena rasanya, ini bukan hidupku.