Sunday, February 05, 2017

Travel Goals : #ASEANbefore25


"Fet, ayok bikin project backpacking 2018. Kemana kita?"

Obrolan di koperasi siang itu adalah awal dari ide besar yang kita rencanakan. Rini, tetangga yang baru dua minggu yang lalu ke KL ini ngajakin traveling lagi. Gils impressed banget lah sama dia. Entah kenapa tiap ketemu anak ini pasti muncul ide-ide "gila" yang seru untuk dibahas. Dari situ kita mulai merundingkan negara mana yang bakal menjadi sasaran empuk untuk dikunjungi. Yup, it always exciting to plan our trip :))

Dari obrolan singkat itu aku jadi teringat suatu ide dari beberapa travel blogger di internet. Aku emang sering baca-baca travel blog dan selalu kagum sama mereka. Gimana bisa mereka menggabungkan menulis dan traveling (which are their hobbies, and my hobbies too!!) dan kemudian mendapat royalti dari hobi mereka. Fucking cool, huh?

Dan di sinilah idenya. Beberapa di antara mereka punya goals untuk memacu diri mereka, misalnya 30before30, atau 20at20, dan sebagainya. #30before30 bisa diartikan yakni mengunjungi 30 negara sebelum berusia 30 tahun, dan 20at20 bisa diartikan mengunjungi 20 negara waktu usia 20an. Keliatannya seru banget gak sih?!

Dari situ aku juga terlintas untuk buat travel goals versi gua sendiri. Dari sekedar trip '18, aku buat ide yang lebih menantang, yakni:

  #ASEANbefore25  
Drum rolls, please.

(Awalnya mau aku kasih nama #Top10Before25, tapi kok dengernya agak songong gitu. Jadi aku ganti deh wkwk)

That means I have to visit ASEAN countries before turning 25. Yup, aku terlalu cupu untuk punya goals 30before30. Jadi aku bikin yang level newbie dulu wkwk. Jadi sebelum 25 tahun, aku udah harus bisa traveling ke negara ASEAN yakni:
  • Singapura
  • Malaysia
  • Filipina
  • Indonesia
  • Vietnam
  • Thailand
  • Kamboja
  • Brunei Darussalam
  • Laos
  • Myanmar

Menurutku #ASEANbefore25 udah cukup masuk akal (... hopefully). Secara, negara ASEAN cuma ada 10 dan letaknya lumayan deket dari Indonesia. Negara Indonesia nggak masuk hitungan karena jelas-jelas aku tinggal disini wkwk. Dan sejauh ini negara yang udah pernah yaitu Filipina, Singapura, dan Malaysia. Jadi hanya tinggal 6 negara lagi yang harus dikunjungi. Masuk akal, kan?

Aku dan Rini juga punya keinginan untuk road trip ke dua atau tiga negara sekaligus, contohnya Vietnam-Kamboja-Thailand atau sebagainya. Kayaknya patut dicoba. Karena letak mereka berdekatan, kan bisa gitu sekali dayung dua tiga pulau terlampaui :))  Dan sejauh ini aku juga nggak pernah ngurusin imigrasi selain di airport, jadi kayaknya crossing the border bakal jadi pengalaman yang ngeri ngeri seruu hihi.

Dan sekarang, tugas kita adalah searching sebanyak mungkin tentang cara traveling kesana (and of course the cheap airfares too). Jujur aja aku buta tentang laos, myanmar, cambodia, bahkan brunei. Yang aku tau cuma ayam laos. Itu enak. Selebihnya gatau lagi.

Terlebih lagi, tiket pesawat ke negara yang belum favorit itu lumayan mahal, dan rutenya belum banyak. Contohnya waktu aku iseng cari rute Balikpapan-Bandar Seri Begawan. Awalnya aku kira bakal murah karena masih di pulau yang sama, Pulau Borneo. Daaan ternyata tiketnya justru mahal, karena nggak ada penerbangan direct dari Balikpapan, melainkan harus transit di Jakarta, Surabaya, bahkan Singapura. Goddammit!

Begitu juga waktu kemarin aku ke Davao City. Kalo dilihat baik-baik di peta, sebenernya Davao City letaknya deket Kalimantan. Tapi (lagi-lagi) gara-gara nggak ada direct flight, jadilah rute memutar BXT-BPN-CGK-MNL-DVO terpaksa diambil. huft bgt

Oke oke udah cukup ngomongin tiket. Untuk itinerary nya kita bahas kapan-kapan aja.

(soon) travel partner

Di luar sana traveling udah sangat lazim dilakukan, bahkan jadi tradisi. Menurut beberapa buku dan artikel yang aku baca, anak-anak muda di berbagai negara biasa melakukan traveling sebelum memasuki jenjang perkuliahan. Gak cuma traveling, kadang mereka juga kerja sambilan, ikut kegiatan sukarelawan, belajar musik, dan kegiatan-kegiatan lain yang nggak bisa mereka ikutin waktu SMA. Di beberapa negara anak-anak mudanya juga punya tradisi backpacking keliling dunia setelah wamil (wajib militer) selama beberapa tahun. Hal itu bertujuan supaya mereka bisa mengeksplor diri mereka masing-masing, lebih mengerti passion mereka, dan bisa berpikir jernih nentuin jalan mereka ke depan. Traveling juga membuka pikiran tentang dunia luar, sehingga mereka jadi lebih paham sebenernya problem apa sih yang ada di dunia ini.

Jujur aja, itu keren. Di Indonesia sendiri punya budaya yang berbeda, kan? Sadar atau nggak kita selalu dituntut supaya setelah lulus SMA harus langsung mendaftar di kampus-kampus ternama dengan jurusan yang terkenal pula. Kalo kita nggak bisa langsung kuliah setelah lulus, kita bakal dicap aneh-aneh. Dan akhirnya kita masuk ke jurusan yang (ternyata) bukan passion kita.

ya gue ini salah satu korbannya.

Oleh karena itu, aku pingin menghirup sedikit udara segar di luar sana. Melupakan sejenak masalah perkuliahan, menikmati masa-masa muda selagi masih bisa. Kalo udah tua, kita udah terlalu lemah sehingga aku takut nggak kuat traveling lagi. If it is not now, then when?

Bismillahirrahmanirrahim, semoga challenge ini bisa makin memotivasi untuk membuka mata terhadap dunia. Traveling proves that dreams do come true. Karena hidup itu nggak selamanya di jalur kiri. Ada kalanya kita berjalan di jalur kanan dan membayar dengan uang baht Thailand, bahkan dolar amerika.

Still 5 years left. Soo lets do this!!!!

3 comments:

  1. Crossing the border itu menyebalkan......
    Itu pengalaman aku di imigrasi Singapura, sih. Harus aku ceritain gak sih pengalamanku? Waktu itu pokoknya aku ke imigrasi yang membatasi Singapura-Malaysia. Ribet. Wkwkwkwk. (ini ribet di mental, kalo cari flight yang ga direct kayaknya ribet di kantong)

    Wah, keren udah tiga negara. Aku baru dua, Singapura dan Malaysia. Jadi kepengen juga nih ikut misi ASEAN before 25, sama-sama masih ada 5 tahun lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eeh iya ya?? Sharing doong, biar belajar dari pengalaman haha. Atau perlu aku PM nih? wkwk.

      Yuuuk ikutan, sama-sama berjuang cari tiket dan penginapan murah huahaha

      Delete
  2. Hi, Fetty. Aku iseng-iseng mampir nggak apa-apa kali, ya? Hehehe.

    Mengenai crossing the border itu... aku ada pengalamannya. Kalau dibilang ngeri-ngeri, sih, nggak juga. Sama aja kayak di imigrasi bandara.

    Kebetulan aku pernah crossing the border itu di Singapore - Malaysia dan Malaysia - Thailand. Waktu itu, aku di Malaysia - Singapore naik kendaraan pribadi, kita tetap stay di mobil. Passport kamu sekadar dikumpul aja sama supir, nanti semua passport penumpang mobilmu dikasih ke mz/mb imigrasinya (mereka semacam di loket tol gitu lho. kebayang kan? wkwk), mereka sebut nama kamu, udah deh (tinggal angkat tangan aja dari dalam mobil wkwk). Sambil kreyep2 matamu juga nggak masalah selama angkat tangan.

    Waktu di perbatasan Malaysia - Thailand, aku naik bis pariwisata gitu, jadi kita harus turun dari bis, dan antri macam di imigrasi airport, kok! Sekedar gitu aja, kalau dibilang ngeri sih nggak juga. Hehehe.

    Aku doakan #ASEANbefore25 bisa terwujud. Semangat!

    ReplyDelete

Mari budayakan berkomentar. Komen pake bahasa baku, gaul, alay, bahasa alien, terserah. Yang penting no spam :)