Tuesday, December 01, 2015

Yuk Masuk Tekpang!

Nggak kerasa, bocah ingusan ini kuliah sudah hampir satu semester. Jabatan sebagai "maba" sebentar lagi akan berubah menjadi "kating" bagi maba-maba yang baru.

Eh, nggak deng. Gue masih jadi maba sampai satu semester ke depan :| *duh belum osjur aja udah belagu wkwk*

And now I can say, (actually I must say) that I'M NOT IN THE WRONG DEPARTEMENT!

Yep, gue nggak salah jurusan.

Alhamdulillah jurusan yang aku damba-dambain selama ini nggak zonk. Dari dulu aku sama Adis pingin banget masuk Tekpang, tapi di sisi lain juga khawatir, "ntar tekpang bakal seperti bayangan kita nggak ya? Apa jangan-jangan malah zonk". Tapi ternyata enggak hehe.

Aku pingin banget ngereview tentang prodiku sekarang. Tapi aku ngerasa kok sok tau banget ya, padahal masih maba. Pelajarannya aja masih setingkat SMA, belum tau kerasnya kuliah yang sesungguhnya wkwk.

Tapii, aku mau sharing sedikit ya sesuai pengetahuanku. Kali aja adek-adek ada yang tertarik wkwk. Jurusan ini memang belum seeksis teknik, atau kedokteran. Bahkan mungkin beberapa baru tahu kalo ada jurusan ini. But it's okay. Aku aja baru tau kelas 2 SMA gara-gara ada faculty fair haha.

Teknologi Pangan (atau di beberapa universitas disebut Teknologi Hasil Pertanian), sederhananya adalah ilmu yang mempelajari tentang pangan. Yups, tentang makanan. Sounds interesting, huh?

Hal itu juga yang bikin aku tertarik buat milih jurusan ini.

Jujur aja aku anaknya nggak suka belajar. Jadi waktu itu aku mikir keras, program studi apa yang asik untuk dipelajari dan seenggaknya berguna langsung buat kehidupan sehari-hari. Dan ketemu lah prodi ini haha. Embel-embel "pangan" bener-bener bikin aku tertarik walaupun aku bukan maniak makan.

Well, siapa sih yang nggak suka makanan?

Tapi, mentang-mentang kita anak pangan bukan berarti pelajarannya masak-masak. Kebanyakan orang salah menilai jurusan ini, dengan beranggapan kalo jurusan teknologi pangan itu jurusan yang kerjaannya masak-masak, atau karena kita masuk di rumpun pertanian kerjaan kita ke sawah dan menanam padi.

Sebenernya nggak kaya gitu. Fokus utama kita lebih ke pengolahan pascapanen. Tekpang ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan pangan (khususnya di Indonesia) dan meningkatkan ketahanan pangan. Atau kata dosen aku: gimana caranya ngolah bahan pangan yang melimpah menjadi multiproduk yang punya nilai jual yang tinggi dan umur simpan yang panjang. Iya, di Indonesia ini hasil pertanian melimpah bangeet! Sayang kan kalo nggak dimanfaatkan dengan baik?

Tapi biarpun gitu, nanti di jurusan ini juga bakal ada pelajaran icip-icip loh wkwk cuma namanya aja agak keren, "uji sensori".


Aku nemu video punya Universitas Bakrie tentang Food Technology a.k.a tekpang. You should watch this:



Apa aja sih yang dipelajari di teknologi pangan?

Intinya pasti belajar tentang bahan pangan, mulai dari pengolahannya, pengawetan, pengemasan, sampe penyimpanan. Kita juga bakal belajar tentang kewirausahaan loh.

Dan sejauh ini, aku enjoy~~ Seriously, kadang kamu belajar ini kayak kamu lagi nonton dr. Oz yang ngomongin tentang masalah dan tips-tips di kehidupan sehari-hari wkwk. We'll learn something like this:

"Kenapa telur kalo direbus jadi padat"
"Gimana penyebaran diare dan tipus lewat makanan"
"Kenapa kalo makan ayam KFC yang udah dingin kadang gatal di kerongkongan"
"Ciri-ciri makanan kaleng yang udah rusak itu gimana"
"Gimana cara tau susu, kopi, dan jus kemasan yang nggak layak minum di supermarket"

Dan buanyaaak lagi ilmu-ilmu yang bikin kamu berdecak kagum dan berkali-kali bilang "Oalaaah"


Di kampus aku (UNEJ), semester pertama kita bakal belajar tentang dasar-dasar THP. Di sini kita bakal belajar tentang fisika pangan, kimia pangan, biokimia, mikrobiologi, dan banyak lagi.

Susah? Selama kamu enjoy, (dan dosennya enak), kamu bakal ngerti dan malah jadi sangat menarik buatmu. (Kalo dosennya gak enak, pengalaman pribadi abis diajar biokimia sama dosen yang "mengintimidasi" sukses bikin aku demam dan flu berat selama beberapa hari gara-gara stressed wkwk)

HP isinya foto catetan semua :")
mabok mikrobiologi

Oh iya, karena teknologi pangan itu termasuk jurusan yang IPA banget, kita bakal sering banget "nongki" di lab buat praktikum. Dan karena sering praktikum... it means..... bakal banyak laprak a.k.a laporan praktikum. haaahhh.

Perasaanku setelah tau banyak laporan... hmm gimana ya. Beban.... Tapi ya nggak bisa ngeluh juga sih, soalnya dari kecil aku punya cita-cita pingin banget kerja di lab. Dan kalo ngelab, ya mau nggak mau berkutat di laporan.

Yah, mencoba mencintai cita-cita dari kecil. Doakan saja semoga bisa survive di sini :')

Tapi tenang aja, ntar bakal sering kunjungan ke pabrik-pabrik makanan gitu kok yang jelas bakal ngebuka wawasan kita :3



Yes, science is a kind of art too !






Hai kami para peternak mikroba :3

Cuma mikroba yang mengerti aku....


Lulusan tekpang nanti kerja dimana?

Lulusan tekpang saat ini bergelar S.TP. atau Sarjana tekonologi pertanian. Tapi, denger dari desas-desus lulusannya akan diubah menjadi S.T atau sarjana teknik

Duh sejujurnya topik ini terlalu membingungkan buat maba kaya aku wkwk. Tapii, aku bisa bilang kalo prospek kerja jurusan ini luaas sekali! Pepatah mengatakan : Selama masih ada manusia, teknologi pangan bakal selalu dibutuhkan. Gampangnya, sebulan tanpa beli baju kita masih hidup. Tapi seminggu tanpa makan kita nggak bisa. Karena itu ilmu di bidang pangan ini sangat sangat dibutuhkan.

Kalo di perusahaan, kata dosen aku, lulusan tekpang biasanya kerja di bagian Research and Development a.k.a RnD. Aku juga nggak terlalu ngerti sih, jadi coba search google aja ya wkwk.

Kalo misalnya nggak kerja pun ilmunya masih bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari, untuk calon suami dan momongan mungkin BAHAHA anak tekpang istriable banget kan?


Gimana? Mulai terbuka pikirannya buat masuk tekpang? Atau makin ga tertarik sejak baca post ini? wkwk. Well, sebenernya nggak masalah mau kuliah dimana dan jurusan apa, selama kita niat menjalankannya dan bisa membangun Indonesia menjadi lebih baik :)

Mengutip dari kalimat salah seorang mahasiswa IPB, Irsyad Al-Ghifari: Tantangan Indonesia ke depan semakin kompleks. Mulai dari krisis pangan, krisis energi, dan krisis lingkungan. Bahkan, di tahun 2050 diperkirakan jumlah manusia mencapai 9 milyar orang. So, how we can feed for 9 billion people?

#salamtekpang
#yukmasuktekpang

2 comments:

  1. kak kalo tekpang lebih ke kimia/biologi ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dua-duanya sih, tapi lebih banyak kimianya juga. Jadi mau nggak mau harus suka kimia, kalo enggak ntar jadi blo'on gitu kaya aku wkwkkw

      Delete

Mari budayakan berkomentar. Komen pake bahasa baku, gaul, alay, bahasa alien, terserah. Yang penting no spam :)