Thursday, September 13, 2012

Because Normal is Too Mainstream


Kadang gue mikir, kenapa gue bisa beda dari yang lain. Itu sering bikin gue jadi nggak percaya diri. Gue punya sifat yang beda dan pemikiran yang aneh. Kalo gue lagi bareng temen-temen pasti gue mikir, kenapa gue nggak bisa sama kayak mereka? Orang-orang pada ngatain gue karena gue beda dari mereka. Sehingga gue berusaha untuk sama kayak mereka.

Tapi, makin lama gue sadar, emang perbedaan itu harus ada. Bakal garing hidup ini kalo semuanya sama. Because normal is too mainstream. Berbeda itu aset.




Sebagai contoh, tante Lady Gaga itu terkenal gara-gara style-nya yang nauzubillah minzalik itu. Andaikan dia pake baju yang biasa-biasa aja, mungkin dia nggak bakal seterkenal sekarang.

"You laughed  at me, because i'm different. 
But i laughed at you because you're all the same."
 -Kimmy Jayanti, model-

Kayak musik, jenisnya ada banyak. Ada classical, rock, jazz, pop, dll. Kita nggak bisa bilang ini bagus dan ini jelek dari satu sisi, karena semua beda jenisnya. Semuanya itu punya kelebihan di berbagai titik.

Kita juga nggak bisa bandingin satu orang dengan orang yang lain. Itu nggak masuk akal. Mereka itu beda jauh. Kayak kita kalo lagi bandingin mobil sama handphone. Aneh kan? Kita nggak bisa bilang HP itu jelek karena HP nggak bisa jalan kayak mobil. Kita juga nggak bisa bilang mobil itu jelek karena nggak bisa buat nelpon kayak HP. Semua punya kelebihan masing-masing. 

"I want to be different. 
If everyone is wearing black, I want to be wearing red."
-Maria Sharapova-

Kadang orang sering begini. Misalnya, A pingin jadi B. Tapi B malah pingin jadi A. Nah, A dan B itu sama-sama nggak puas dengan kehidupan mereka. Karena mereka itu ngeliat yang lain lebih baik dari diri mereka. Just change your perspective. Liat kelebihan yang ada di diri kita, dan pasti kita bakal ngerti kalo hidup kita lebih baik dari yang lain.

Apa yang kita punya? Nah, kita harus bangga atas semua yang kita punya itu. Tapi dalem hati aja. Kalo bilang-bilang entar dibilang pamer ._.

Jadi, kita nggak bisa bandingin sesama manusia, karena emang hakikatnya manusia itu diciptain berbeda dan bukan untuk dibanding-bandingkan, atau malah disama-samakan. Dan orang yang sering ngolok-ngolok adalah orang yang nggak bisa nerima perbedaan.

"Untuk jadi orang yang sukses, kita harus bermimpi dan menutup mata, supaya kita nggak terpengaruh sama semua perbuatan orang lain yang bakal menyusahkan kita menuju mimpi kita."
 -Dyah Phitaloka, 2012- 
(gak tau ini quote-nya dia sendiri apa ambil dari mana, tumben aja dia ngeluarin kalimat bagus haha)

Jadi, kalo ada yang ngatain kalo kalian ini beda dari yang lain, cukup bilang dalam hati "kita beda genre, kita nggak bisa disamakan" :)


oke semoga ngasih pencerahan. Maap sok bijak bahahahaha ._.

sumber:

4 comments:

  1. kelebihan ku apa fet?:| ALAH PALING PITA COPAS WKWKWK, ampun:$

    ReplyDelete
    Replies
    1. kelebihan lemak ._. wkwk ah jangan gitu rin, dia kan anak teater haha #teruskenapa

      Delete
  2. tambahan pet, haha. ada saatnya dimana kita membutuhkan persamaan, dan ada saatnya kita membutuhkan perbedaan.tergantung bagaimana kita me-manage nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih, cuma di post ini gue lebih ngefokusin gimana orang bisa pede nerima semua perbedaan.

      Delete

Mari budayakan berkomentar. Komen pake bahasa baku, gaul, alay, bahasa alien, terserah. Yang penting no spam :)