Tuesday, September 13, 2016

Summer'16 : Global Village

Wednesday, July 27 2016

Basi banget sih baru ngepost tentang Global Village. Bodo amat ah HAHA. Global Village Summer'16 Davao ini diadain tanggal 27 Juli, tiga hari setelah aku dateng ke Davao. Btw, udah pada tau Global Village belum sih?

Global Village adalah acara tahunan yang diadain AIESEC, untuk saling mengenal dan bertukar budaya dari seluruh dunia. Aku gatau sih bahasa formalnya, tapi intinya gitu. Jadi di acara itu semua EP (Exchange Participant) dari semua belahan dunia bakal bikin booth dan mempresentasikan negara mereka masing-masing. Yang dipromosikan mulai dari pakaian, lambang negara, makanan, handcrafts, wisata, pokoknya semuanya. Dan kita juga bisa perform cultures kita di depan audiens.

Senin malem, kita semua ngumpul di rooftop WSY buat orientation. And waaaw, mereka lebih banyak dari yang aku kira! Yang di post sebelumnya aku bilang ketemu banyak orang dari seluruh dunia, kali ini aku ketemu lebih banyak lagi. Karena para EPs dari seluruh Davao kumpul di tempat ini. Dan menurut pengamatan aku, untuk cycle kali ini EPs nya didominasi oleh Vietnam, China, dan Egypt.

Di acara ini, masing-masing negara didampingin AIESECer lokal. Daan kebetulan Indonesia didampingin sama AIESECer lokal yang sebenernya nggak lokal : Alvin dan Jungjae. Yap, mereka ini orang Korea tulen yang tengah menimba ilmu di Filipina. Walaupun malu-malu tapi mereka berdua ngegemesin wakwaww. Jadilah dua orang itu yang jadi “mentor” buat kita.

As I said before, EPs dari Indonesia ada tiga yaitu aku, Almira, dan Abel (sebelum Tama dateng). Dan yang menyedihkan adalah kita bertiga nggak ada yang bisa masak. Sedih gak sih :( Keahlian kita sama, cuma bisa masak air dan masak mi instan. Budaya-budaya macam nari, main musik, atau nyanyi pun kita nggak bisa.

Hiks maafin kita karena nggak bisa nampilin apa-apa buatmu, Indonesia :(

Akhirnya kita memanfaatkan keahlian satu-satunya yaitu memasak Indomie wkwk. So yeah, we really cooked instant noodles for Global Village. Karena Adis bawa beberapa bungkus indomie dan alhamdulillah indomie dijual di sini.

Vietnamese were preparing their map
Biasanya kamar kita tak seberantakan itu guys, percayalah

Selasa pagi kita mulai belanja bahan dan peralatan buat booth. Dan malemnya kita ngerjain dekor buat booth kita di fifth floor. Setiap ada EP lain dateng mereka pasti heran. “Kalian lagi ngapain? Nyiapin buat global village? Sumpah kalian niat banget, kita aja nggak ngapa-ngapain wkwk”

Ah kita jadi ngerasa paling niat…

Dan Rabu pagi, kita persiapan buat masak. Pagi itu Alvin juga dateng ke condo buat bantuin masak. Sumpah dia baik banget sampe bawain Ramen Korea buat kita wkwk thanks Alvin :3

Semangat oppa! \(^.^)/

Rencananya kita bakal bikin pisang keju. Ya tapi taulah Indonesia itu luas, bahkan cuma pisang goreng kita sampe bingung karena terlalu banyak versi pisang goreng di Indonesia. Akhirnya kita sepakat masak pisang goreng yang dilumuri gula palem dengan topping keju dan susu kental manis. Aih, ngebayanginnya aja udah bikin ngiler wkwk. Dan di saat kita goreng pisang, Alvin bantuin marut keju pake pisau (karena kita terlalu sayang buat beli parutan keju wkwk). Aw melting deh liat oppa-oppa Korea masak wkwk.

Jam 3an kita ke Arrupe Hall di Ateneo de Davao University. Woow tempatnya meriah banget. Semuanya sibuk buat ngedekor booth masing-masing. Dan ok dugaanku salah. Ternyata mereka semua keren-keren dan kita kayak “Njiiiir, kita nggak ada apa-apanya cuy”. Hiks sekali lagi maafkan aku, Indonesia :(



Akhirnya acara dimulai dengan perkenalan masing-masing negara. Setelah itu kembali ke booth dan ready for presentating! Sebelumnya aku mau minta maaf ke Abel karena kebanyakan ngilang daripada jagain booth hehe. I'm sorry belle

Indonesia's booth

Well, Indonesia is a part of southeast asia, and it is HUGE. there are 17,508 islands, but only around 6,000 that are inhabited by people. it takes over 12 hours of flying time just to get from one end of the country. so it basically covers three time zones.

Indonesia is a country with cultural diversity. there are over 300 ethnic groups in Indonesia. each has their own customs, traditions, and dialects. And there are over 700 languages in Indonesia— with Bahasa Indonesia as the national language. Lots of people in Indonesia are at least bilingual.

Indonesia only recognises six religions: Islam, Hinduism, Buddhism, Protestantism, Catholicism, and Confucianism and it is a must to subscribe to one of those religions, regardless of whatever he or she may actually believe. The majority of Indonesians are muslims, over 87% of the population identifying themselves as muslim, which makes Indonesia as the world’s largest Muslim country.

One of the most famous drink is luwak (civet) white coffee. Basically, Asian palm civets (luwaks) are fed coffee series, Their faces then are collected, washed, and used to make the coffee. SOUNDS gross! but the action of the civet’s stomach enzymes gives the coffee an unrivalled richness of flavour without any of the usual bitterness. Which makes it the world’s most expensive beverage at around $1,000 per pound.

Indonesia is rich with myriad cultural influences from outsiders, this can be seen from the language, as it has absorbed many loanwords from Sanskrit, Arabic, Persian, Portuguese, Dutch, Chinese, and other Austronesian languages.

Indonesia was once a regional superpower before it was colonized by the Dutch. Did you know that The Sri Vitaya and Majapahit Empires spanned the entire Indonesian archipelago, including the present-day Malaysia and the southern islands of the Philippines.

Well, that’s it.

Oh iya. Kita bertiga pake baju batik (karena baju adat Indonesia terlalu banyak dan rumit). Sedangkan Jungjae pake setelan merah putih dan Alvin pake kemeja dengan motif bunga-bunga yang mirip batik.


Di meja kita ada Indomie + topping abon, pisang keju, dan keripik maicih level 10. Semua orang sangat excited sama makanan-makanan kita (yaiyalah gratis). Oke aku akui, orang Filiipina emang agak cupu karena sangat nggak suka pedes. Di saat kita asik makan maicih, mereka udah kelabakan sambil cari air minum. Bahkan Alvin si Korean boy itu suka banget sama maicih. What’s wrong with you, Filipino? wkwk.

Sukses kak kuliahnya!
Di booth kita orang-orang dateng silih berganti. Dan waktu itu ada orang yang nanya “What’s this?” *sambil nunjuk indomie*. Lalu kita jelasin dengan panjang lebar, “This is instant noodles called Indomie. It’s Indonesian favorite. Bla.. bla.. bla..” Dan tiba-tiba dia nyeletuk “Yaelaah bilang aja itu mie goreng” Laaaah ternyata orang Indo wkwk. Abis mukanya persis sih jadi susah buat bedain mana Indonesian mana Filipino.

Ternyata, mereka-mereka itu adalah mahasiswa Indonesia yang kuliah di AdDU di Davao. Ahh rasanya seneng bisa ketemu orang Indo di negara orang :’)


With Alyaa from Egypt

Papa bear!


706 babies!!! Miss you guyys!

Aku ngerasa beruntung banget bisa ikut di acara ini. Iya, kapan lagi bisa ngelihat puluhan budaya dari seluruh dunia di satu ruangan?

Berkat acara ini, aku juga ngerasain uniknya makanan khas dari negara mereka. Aku ngerasain jajanan Turkey, snack vietnam, ada cokelat dari Sweden, Macaroni dari Canada, jajanan pedas dari China, dan banyaaaaaak lagi. Itu semua adalah makanan yang nggak bakal bisa aku cobain sekaligus di satu tempat kecuali disini! Just imagine if you’re not in Global Village, and u wanna try all of that food. U must travel from southeast Asia, east Asia, Africa, Europa, even America to try their food. I’m so lucky!

Aku juga lebih mengenal mereka dan budayanya. Sumpah aku kagum banget ngeliat mereka pake baju nasional mereka. Sooo handsome and graceful!! Dan yang sebelumnya belum sempet kenalan karena jarang ketemu, kali ini bisa tau lebih dalam tentang mereka dan negaranya. Aku paling suka waktu Andy promosiin negaranya. Dia nawarin semua makanannya sambil jelasin dengan penuh semangat. Cool Andy haha.
Sekali lagi jangan tanya aku yang mana karena aku lagi di WC :'(
Ah pokoknya harmonis sekali :’)

Dan sekitar jam 5 sore, acara pun ditutup dan dilanjut dengan International Dinner di Outback Grill Resto. What an international day! lol

No comments:

Post a Comment

Mari budayakan berkomentar. Komen pake bahasa baku, gaul, alay, bahasa alien, terserah. Yang penting no spam :)