Monday, April 29, 2013

AFS story #part1


Tahun ini gue coba-coba ikut seleksi AFS. Pertukaran pelajar ke luar negeri loh, siapa sih yang nggak mau? Emang sih, formulirnya bikin muntaber 2 minggu. Waktu itu aja sempet kepikiran ngundurin diri abis ngeliat formulir pendaftaran yang nyampe 10 halaman dan tes seleksi yang nggak kira-kira itu. Tapi, if you give up too soon, you'll never know what you'll be missing. Kesempatan itu nggak dateng dua kali :) 

Yang juga nggak kalah seru adalah seleksinya yang di Samarinda. Kenapa gue semangat banget ya? Because for the first time gue bakal ke Samarinda tanpa orang tua ! =)) Yeaaaaay~!!  Ya pernah sih ikut tur sama nonton DBL. Tapi itu kurang menantang karena semua udah diurusin sekolah. Nah, kali ini gue bener-bener ngurus semuanya sendiri. Eh nggak sendiri, tapi bareng temen-temen.


Iya ceritanya kan gue mau travel the world. Ini gue latihan backpacking yang deket-deket dulu =)) wqwqwq.



Gue rencananya berangkat sama Alita dan dianter orang tua. Tapi karena cutinya udah mau habis, jadi nggak bisa. Terpaksa kita carter. Dan karena harga carter mobil itu nggak murah, akhirnya kita ngajak Fina, Evi, sama Ajeng buat menekan budget. Pas gue sama lita tes, nah mereka bertiga muterin mall sampe kaki gempor wkwk.

Tapi karena ini journey pertama kalinya #ea #sokbgtsih dan kita maunya yang murah-murah, cobaan selalu saja datang. Mulai dari masalah transportasi, penginapan, sampe kawan-kawan yang tidak kunjung fix.

Nah, nungguin anak-anak pada fix ini yang paling menegangkan. Ditambah UN yang diundur jadi prom ikut mundur dan semuanya serba mundur. Plan yang sudah dipersiapkan hancur berantakan. Ah kacau pokoknya.

Fina adalah orang yang pertama kali fix ikut. Dia sangat excited dan alhamdulillah dibolehin sama orang tuanya. Evi pun tak kalah excited, cuma saat itu dia belum punya nyali untuk bilang ke orang tuanya. Dan Ajeng bakal bilang orang tuanya pas dia nanti pulkam ke Sangatta.

Menunggu kepastian dari 2 orang ini bikin panik, lebih panik dari nunggu hasil kelulusan. Ditambah evi itu sering php-in orang, takutnya kali ini dia php lagi hiks.

Hari demi hari kita nunggu sambil mikirin plan A, plan B sampai plan Z. Dan akhirnya satu persatu mulai memberi kepastian... Pertama si Ajeng.



Satu sisi lega karena akhirnya Ajeng udah kasih kepastian, satu sisi sedih karena ternyata bad news :( Dengan terpaksa merelakan ajeng pergi #eh #apaansih. Tapi itu masih ada plan B, kita masih bisa berangkat berempat, gue lita fina evi.

Tapi tiba-tiba evi berulah dan menggemparkan satu kecamatan.


itu ceritanya gue kaget
Bayangin, jam setengah 11 malem gue lagi tenang-tenangnya dan dia ngomong begitu, sontak gue, fina dan rini kaget. Dan rencana kembali berantakan. But dont lose hope. Evi ntar mau nanya orang tuanya lagi siapa tau dibolehin.

Tiap hari gue nanyain epik jadinya gimana. Nggak enak bos ngambang gitu kepastiannya. Lalu setelah berhari-hari dia pun jawab.

Aduh ini apa banget ya. Kayak rapat penting aja ._. wkwk. Anddddddddddddddddd..................



Abis baca sms itu, gue langsung lari ke dapur. Ambil nasi, dan makan. Entahlah, I have no idea what Im doing :| Setelah gue sadar baru gue kembali frustasi. Abis itu kita cari orang lagi. Pas lagi rapat kita ngobrol-ngobrol tentang itu terus si Tika juga pingin ke Samarinda. Nah langsung aja kita ajak. Malemnya dia ijin ke orang tuanya dan sms gue.


Oke.... Keep calm....

Coba untuk nggak panik, gue ngajak ibah buat ikutan. Tapi dianya juga nggak bisa dan nggak boleh. Fine........... habis sudah temen-temen yang mau diajakin, dan terpaksa fina nggak bisa ikut karena nggak mungkin dia keluyuran di Mall sendirian. Akhirnya kita fix bertiga. Gue, Lita, Nikita.

Nah, gimana kelanjutannya? Baca post abis ini ya !

No comments:

Post a Comment

Mari budayakan berkomentar. Komen pake bahasa baku, gaul, alay, bahasa alien, terserah. Yang penting no spam :)